JEMBATAN KERTAPATI
Taukan jembatan ini? Yup! Jembatan ini teletak di daerah Kertapati,
dibangun pada tahun 1939. Meskipun jembatan ini berumur lebih tua
dan tidak sepopuler jembatan Ampera yang menduduki posisi icon
Palembang, jembatan ini masih terlihat lebih kokoh. Pada awalnya
jembatan ini dinamakan dengan nama Ratu Belanda pada saat itu,
Wilhelmina. Jembatan ini dibangun sebagai sarana untuk menghubungkan
daerah Indralaya dan Kertapati agar mempercepat perjalanan penjajah
Belanda untuk mengawasi daerah Palembang, menurut Bapak KMS. Ari,
dosen sejarah di Universitas Institut Agama Islam Negeri Palembang.
Bahkan saat Jepang masuk, Belanda menghancurkan jembatan untuk
menghambat pergerakan Jepang. Tahun 1956 jembatan tersebut kembali
dipugar. Sejarahnya jembatan ini dibangun dengan tenaga kerja paksa
dan dibangun dengan dana pajak karet. Jembatan ini dibangun dengan
struktur beton bertulang, bentang jembatan lebih pendek. Jembatan
ini memiliki ukuran dengan panjang 202,5 meter dan lebar 6 meter.
Menurut Azwar, dengan umur 71 tahun yang sudah melebihi umur standar
jembatan biasanya yaitu, 50 tahun jembatan ini dianggap dapat
bertahan lebih lama karena telah mendapatkan bantuan dari jembatan
Ogan II yang sengaja dibangun di sampingnya.
Jembatan Ogan ini mirip dengan jembatan Ogan di Baturaja,
��Keberadaan jembatan
yang berbentuk lengkung yang telah beberapa kali dicat dan berubah
warna pink ini, menjadi salah satu ciri khas dan land mark Kota
Baturaja dan Kabupaten OKU,��jelas Muzaim Aliansya ST Msi, Kabid
Pemeliharaan jalan Jembatan PU Bina Marga OKU. Yup! Jembatan Ogan di
Kertapati dan Baturaja memiliki design lengkung yang sama sehingga
dianggap kembar. (fox)
http://www.geocities.ws/fsartika/Artikel1.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar