Jumat, 20 Desember 2013

SEJARAH BERDIRINYA UNIVERSITAS BINADARMA


UBD berdiri atas penggabungan 3 (tiga) Sekolah Tinggi  berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor : 112/D/0/2002 tanggal 7 Juni 2002 yaitu STMIK Bina Darma (Surat Keputusan Mendikbud RI. Nomor : 027/D/O/1994, tanggal 18 Mei 1994), STIE Bina Darma (SK. Mendikbud RI. Nomor : 046/D/O/1994, tanggal 7 Juli 1994), dan STBA Bina Darma (Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor : 143/D/0/2001 tanggal 27 Agustus 2001).
Universitas Bina Darma adalah Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang mengasuh dan mengembangkan ilmu dan keahlian profesional pada 7 (tujuh) fakultas (Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Ekonomi, Fakultas Bahasa dan Sastra, Fakultas Teknik, Fakultas Psikologi, Fakultas Ilmu Komunikasi, dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) dengan program studi unggulan tiap fakultas yang berada di Sumatera Selatan. Universitas Bina Darma mempunyai komitmen untuk menciptakan lulusan yang siap kerja dan dapat diterima di masyarakat. Untuk itulah Universitas Bina Darma mengusahakan Sertifikasi dari International Organization for Standarization ( ISO 9001:2000 ), dan pada tanggal 7 Juli 2003 telah memperoleh Sertifikasi dengan nomor Registrasi 04100. 30981. Dengan telah ditetapkan sistem manajemen mutu ISO 9001 : 2000 di Universitas Bina Darma maka setiap aktivitas dilaksanakan dengan terencana dan hasilnya dapat diukur secara objektif. Hal ini berarti proses belajar mengajar di Universitas Bina Darma telah sesuai dengan persyaratan dan peraturan yang berlaku, sehingga lulusannya sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat.
UBD secara aktif mengembangkan kerja sama di dalam maupun luar negeri yang saat ini tercatat memiliki perjanjian dengan UBD diantaranya adalah: University of Industri Selangor (UNISEL) Malaysia, Sun Microsystem, Barring Edu Training Sdn Bhd-Malaysia, Pearson VUE Authorised Center-India, NIIT Antilles NV – Neteherlands, Planet Edupro Indonesia (University of Cambridge English for Speakers of Other languages (ESOL) Authorised Main Center), Cisco Networking Academy, Stichting Hogeschool Zeeland (HZ)-Holland, dan NPO International Japanese Education Center.
 LOKASI DAN UNIT KERJA
LOKASI
AKTIVITAS/UNIT KERJA
Kampus Utama
Jalan Jend. A. Yani No. 12 Palembang,
Telp. 0711-515581, 515582, 515679,
Fax. 0711-515679


  1. Ruang Rektor, Wakil Rektor
  2. Ruang Administrasi
  3. Ruang Dosen
  4. Perpusatkaan MM
  5. Pusat Pelayanan Mahasiswa
  6. Ruang Kuliah
  7. LPPM
  8. UPT-MIS
  9. Biro Penjamin Mutu  (BPM)
  10. Lab. Komputer
  11. Lab. Manajemen
  12. Lab. Simulasi Bisnis
  13. B- Radio (Radio Komunitas)
  14. Lab. Photografi
  15. Lab. Akuntansi & Perpajakan
Kampus A
Jalan Jend. A. Yani No. 3 Palembang,


  1. Lab. Komputer Terapan
  2. Lab. Komputer F, G, H
  3. Lab. Hardware Komputer
  4. Lab. Jaringan
  5. Lab. Komputasi
  6. Lab. Basis Data & RPL
  7. Lab. Microprocessor
Kampus B
Jalan Jend. A. Yani No. 3 Palembang,
Telp. 0711-515583

  1. Ruang Dosen
  2. Ruang Kuliah
  3. English Language Center (ELC)
  4. Lab. Komputer A, B, C, D, E, G,H
  5. Lab. Fisika
  6. Lab. Teknik Sipil
  7. Lab. Teknik Industri
  8. Lab. Teknik Elektro
  9. Lab. Bahasa
  10. Lab. Psikologi
  11. Lab. Maintenance & Repair
  12. Pusat Pelayanan Psikologi
Kampus C
Jalan Jend. A. Yani No. 15 Palembang,
Telp. 0711-512318

  1. Ruang Kuliah
  2. Ruang Dosen
  3. Perpustakaan
Kampus D
Jalan Jend. A. Yani No. 24 Palembang,
Telp. 0711-519195
-->
Sejarah Perpustakaan Universitas Bina Darma Palembang
Perpustakaan Universitas Bina Darma didirikan pada tahun 1994 seiring dengan berdirinya organisasi induk Universitas Bina Darma. Perpustakaan ini termasuk jenis perpustakaanperguruan tinggi dan mempunyai tugas pokok memberi layanan jasa perpustakaan di lingkungan Universitas Bina Darma. Perpustakaan Universitas Bina Darma merupakan unsur penunjang perguruan tinggi, yang bersama-sama dengan unsur penunjang lainnya berperan serta dalam melaksanakan tercapainya visi dan misi Universitas Bina Darma.
Adapun yang menjadi tugas perpustakaan Universitas Bina Darma adalah mengembangkan koleksi, mengolah dan merawat bahan pustaka, memberikan layanan perpustakaan, serta melaksanakan administrasi perpustakaan. Sebagai unsur penunjang perguruan tinggi, dalam mencapai visi dan misinya, perpustakaan Universitas Bina Darma memiliki beberapa fungsi sebagai berikut :
  • Fungsi Edukasi
    Perpustakaan merupakan sumber belajar para sivitas akademika, oleh karena itu koleksi yang disediakan adalah koleksi yang mendukung pencapaian tujuan pembelajaran, pengorganisasian bahan pembelajaran setiap program studi, koleksi tentang strategi belajar mengajar dan materi pendukung pelaksanaan evaluasi pembelajaran.
  • Fungsi Informasi
    Perpustakaan merupakan sumber informasi yang mudah diakses oleh pencari dan pengguna informasi.
  • Fungsi Riset
    Perpustakaan mempersiapkan bahan-bahan primer dan sekunder sebagai bahan untuk melakukan penelitian dan pengkajian ilmu pengetahuan,teknologi dan seni.
  • Fungsi Kreasi
    Perpustakaan harus menyediakan koleksi rekreatif yang bermakna untuk membangun dan mengembangkan kreatifitas, minat dan daya inovasi pengguna perpustakaan.
  • Fungsi Publikasi
    Perpustakaan juga selayaknya membantu melakukan publikasi karya yang dihasilkan oleh warga perguruan tinggi yakni sivitas akademik dan staf non-akademik universitas Bina Darma.
  • Fungsi Deposit
    Perpustakaan menjadi pusat deposit untuk seluruh karya dan pengetahuan yang dihasilkan oleh warga universitas Bina Darma.
  • Fungsi Interpelasi
    Perpustakaan sudah seharusnya melakukan kajian dan memberi nilai tambah terhadap sumber-sumber informasi yang dimiliki untuk membantu pengguna dalam melakukan dharmanya.
--> DIGITAL LIBRARY
Digital Library Universitas Bina Darma dapat diakses : digilib.binadarma.ac.id
Jurnal ProQuest, meliputi bidang ilmu : MIPA/Sciences, Sosial dan Pertanian. Dapat diakses melalui : www.proquest.com/pqdweb atau http://search.proquest.com
Jurnal EBSCO, meliputi bidang ilmu : Ekonomi dan Kesehatan. Dapat diakses melalui : search.epnet.com
Jurnal Cengage, meliputi bidang ilmu : Seni, Teknik, Agama/Humaniora dan Pendidikan. Dapat diakses melalui : infotrac.galegroup.com/itweb 
Untuk Keterangan lebih lanjut dapat menghubungi : Perpustakaan Universitas Bina Darma, Kampus C , Jalan Jend. A. Yani No. 15 Palembang



 PROGRAM AKADEMIK

Pendidikan Akademik di UBD terdiri dari program diploma, program sarjana, dan program pascasarjana yang diarahkan kepada pengusaan ilmu pengetahuan dan teknologi.  Saat ini UBD memiliki 7 fakultas dan 17 (tujuh belas) Program studi untuk jenjang  Strata Satu (S1), Diploma III (D3), dan Diploma I (D1), sedangkan untuk Program Pascasarjana (S2) UBD telah memiliki Magister Manajemen dan Magister Teknik Informatika. Prosesnya dimulai dari penerimaan mahasiswa baru yang dilakukan satu kali dalam satu kalender akademik dimana calon mahasiswa harus melalui tahapan ujian penerimaan mahasiswa baru yang meliputi tes bahasa Inggris (menggunakan soal dari Esol bekerjasama dengan Cambridge University), Tes Potensi Akademik (TPA) dan Tes Bidang Ilmu. 
  1. Untuk menyiapkan lulusan agar memiliki daya saing, beberapa program studi telah mengadopsi materi uji kompetensi profesional yang bersumber dari industri kedalam kurikulumnya. Pada akhir perkuliahan diharapkan mahasiswa memiliki kompetensi profesional yang sesuai.
    Untuk meningkatkan mutu pembelajaran, materi pembelajaran secara berkala di evaluasi untuk melihat  kesesuaian dengan kebutuhan dunia kerja dengan melakukan   peninjauan kurikulum 2 tahun sekali. Penetapan kompetensi dimasukan pada setiap matakuliah yang dapat ditinjau dari Pedoman Pengajaran dalam pengawasan pihak penjaminan mutu universitas. Proses pembelajaran telah didukung dengan sistem e-learning (http://elearning.binadarma.ac.id), sebagai salah satu sistem penunjang atau suplemen proses pembelajaran. Dalam satu tahun akademik diselenggarakan 2 semester reguler yang selanjutnya dikenal dengan semester ganjil dan semester genap. Semester pendek dilaksanakan setelah semester genap diselesaikan, sehingga dapat meningkatkan kualitas serta menyelesaikan studi secara tepat waktu.
    Daftar Akreditasi Program Studi 
    NO
    PROGRAM STUDI
    JENJANG PROGRAM
    AKREDITASI
    1
    Teknik Informatika Strata Satu
    B
    2
    Sistem Informasi Strata Satu
    B
    3
    Manajemen Informatika Diploma Tiga
    B
    4
    Komputerisasi Akuntansi Diploma Tiga
    B
    5
    Teknik Komputer Diploma Tiga
    B
    6
    Akuntansi Strata Satu
    B
    7
    Manajemen Strata Satu
    A
    8
    Manajemen Perusahaan Diploma Tiga
    B
    9
    Administrasi Bisnis Diploma Tiga
    B
    10
    Teknik Industri Strata Satu
    B
    11
    Teknik Elektro Strata Satu
    C
    12
    Teknik Sipil Strata Satu
    C
    13
    Psikologi Strata Satu
    C
    14
    Sastra Inggris Strata Satu
    B
    15
    Ilmu Komunikasi Strata Satu
    C
    16
    Manajemen Strata Dua
    C
    17
    Teknik Informatika Strata Dua
    C
    18
    Bahasa Indonesia Strata Satu
    C
    19
    Pendidikan Olahraga Strata Satu
    Proses Akreditasi
     
-->
Sumber : http://www.binadarma.ac.id




Jumat, 06 Desember 2013

Mahmoud Ahmadinejad atau bisa dibaca Ahmadinezhad dilahirkan pada tanggal 28 Oktober 1956 adalah Presiden Iran yang keenam. Jabatan kepresidenannya dimulai pada 3 Agustus 2005. Ia pernah menjabat walikota Teheran dari 3 Mei 2003 hingga 28 Juni 2005 waktu ia terpilih sebagai presiden. Ia dikenal secara luas sebagai seorang tokoh konservatif yang mempunyai pandangan Islamis. Lahir di desa pertanian Aradan, dekat Garmsar, sekitar 100 km dari Teheran, sebagai putra seorang pandai besi, keluarganya pindah ke Teheran saat dia berusia satu tahun. Dia lulus dari Universitas Sains dan Teknologi Iran (IUST) dengan gelar doktor dalam bidang teknik dan perencanaan lalu lintas dan transportasi. Pada tahun 1980, dia adalah ketua perwakilan IUST untuk perkumpulan mahasiswa, dan terlibat dalam pendirian Kantor untuk Pereratan Persatuan (daftar-e tahkim-e vahdat), organisasi mahasiswa yang berada di balik perebutan Kedubes Amerika Serikat yang mengakibatkan terjadinya krisis sandera Iran.

Pada masa Perang Iran-Irak, Ahmedinejad bergabung dengan Korps Pengawal Revolusi Islam pada tahun 1986. Dia terlibat dalam misi-misi di Kirkuk, Irak. Dia kemudian menjadi insinyur kepala pasukan keenam Korps dan kepala staf Korps di sebelah barat Iran. Setelah perang, dia bertugas sebagai wakil gubernur dan gubernur Maku dan Khoy, Penasehat Menteri Kebudayaan dan Ajaran Islam, dan gubernur provinsi Ardabil dari 1993 hingga Oktober 1997.

Ahmadinejad lalu terpilih sebagai walikota Teheran pada Mei 2003. Dalam masa tugasnya, dia mengembalikan banyak perubahan yang dilakukan walikota-walikota sebelumnya yang lebih moderat dan reformis, dan mementingkan nilai-nilai keagamaan dalam kegiatan-kegiatan di pusat-pusat kebudayaan. Selain itu, dia juga menjadi semacam manajer dalam harian Hamshahri dan memecat sang editor, Mohammad Atrianfar, pada 13 Juni 2005, beberapa hari sebelum pemilu presiden, karena tidak mendukungnya dalam pemilu tersebut.

Presiden Mohammad Khatami pernah melarangnya menghadiri pertemuan Dewan Menteri, suatu hak yang biasa diberikan kepada para walikota Teheran. Hal ini dikarenakan pada waktu Khatami menuju Universitas Teheran, Khatami terjebak macet. Khatami mengkritik Ahmadinejad yang saat itu menjabat walikota Teheran. Namun bukannya tergesa-gesa membereskan masalah tersebut, Ahmadinejad justru berkata: “Bersyukurlah karena presiden kita telah merasakan kehidupan rakyatnya yang sesungguhnya”. Namun Ahmadinejad tetap santai menghadapi larangan tersebut.

sifatnya yang sederhana ini masih terlihat saat Ahmadinejad terpilih menjadi Presiden. Karpet-karpet merah persia mahal dikeluarkan semua dari istana, menolak mobil limosine dan tetap setia menggunakan mobil tuanya serta tetap tinggal di rumah susunnya. Selain sifatnya yang sederhana ia dicintai karena lebih mementingkan memperbaiki ekonomi negara ketimbang bidang-bidang lain dan memperjuangkan setiap pendapatan minyak bumi agar jatuh ke meja makan rakyat Iran. Ahmadinejad memberi salam hormat kepada Ayatollah KhameneiSetelah dua tahun sebagai walikota Teheran, Ahmadinejad lalu terpilih sebagai presiden baru Iran. Tak lama setelah terpilih, pada 29 Juni 2005, sempat muncul tuduhan bahwa ia terlibat dalam krisis sandera Iran pada tahun 1979. Iran Focus mengklaim bahwa sebuah foto yang dikeluarkannya menunjukkan Ahmadinejad sedang berjalan menuntun para sandera dalam peristiwa tersebut, namun tuduhan ini tidak pernah dapat dibuktikan

Kesederhanaan Presiden Mahmoud Ahmadinejad
Ahmadinejad terkenal dengan kesederhanaannya dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai personal maupun sebagai seorang Presiden Iran. Dalam sebuah sesi wawancara bersama wartawan TV Fox dari Amerika, terungkaplah sisi-sisi menakjubkan dari seorang Ahmadinejad, kehidupannya yang sangat sederhana menjadi sangat membanggakan jika kita bandingkan dengan kehidupan para pejabat di negeri kita sendiri, Indonesia. Apa saja itu? Saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan Ia menyumbangkan seluruh karpet Istana Iran yang sangat tinggi nilainya itu kepada masjid-masjid di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.

Ia mengamati bahwa ada ruangan yang sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP, lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan menanyakan pada protokoler untuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat impresive. Langkah pertamanya adalah ia mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977, sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di

 sebuah daerah kumuh di Teheran. Rekening banknya bersaldo minimum, dan satu-satunya uang yang masuk adalah uang gaji bulanannya sebagai dosen di sebuah universitas yang hanya senilai US$ 250. Selama menjabat sebagai Presiden Iran, Ia tinggal di rumahnya sendiri. Ia tidak mengambil gajinya sebagai Presiden, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya. Sang presiden selalu membawa tas setiap hari yang berisikan sarapan; roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira,ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden. Selain itu, hal lain yang ia ubah adalah kebijakan pesawat terbang Kepresidenan, ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat dan untuk dirinya, ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.

Ia juga memangkas protokoler istana sehingga menteri-menterinya dapat masuk langsung ke ruangannya tanpa ada hambatan. Ia juga menghentikan kebiasaan upacara-upacara seperti karpet merah, sesi foto, atau publikasi pribadi, atau hal-hal seperti itu saat mengunjungi berbagai tempat di negaranya. Presiden Iran ini kerap tidur di ruang tamu rumahnya sesudah lepas dari pengawal-pengawalnya yg selalu mengikuti ke manapun ia pergi.

Berikut data tentang Presiden Mahmoud Ahmadinejad

Lahir : Aradan, 28 Oktober 1956
Jabatan : Presiden Iran yang keenam
Pendidikan : Gelar doktor dalam bidang teknik dan perencanaan lalu lintas dan transportasi Universitas Sains dan Teknologi Iran (IUST)

Karir :
  • Korps Pengawal Revolusi Islam (1986)
  • Insinyur kepala pasukan keenam Korps dan kepala staf Korps di sebelah barat Iran
  • Wakil gubernur dan gubernur Maku dan Khoy
  • Penasihat Menteri Kebudayaan dan Ajaran Islam
  • Gubernur provinsi Ardabil (1993-1997)
  • Walikota Teheran (3 Mei 2003 - 28 Juni 2005)
  • Presiden Iran (3 Agustus 2005 - sekarang)
Tawa Saat Ahmadinejad Berpidato di Universitas AS
New York (ANTARA News) - Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, yang dijelek-jelekkan sebagai pembantah Holocaust, pendukung teroris dan penyokong gerakan perlawanan di Irak, ternyata mampu mendatangkan tawa saat berpidato di Columbia University, Amerika Serikat (AS), meski bukan lewat lelucon.

"Di Iran tidak ada homoseksual, seperti di negara anda," kata Ahmadinejad, Senin, saat menjawab pertanyaan mengenai pelaksanaan hukuman mati di Iran yang belum lama ini dilakukan terhadap dua pria penyuka sejenis.

Ia menimpali, "Di Iran tidak ada fenomena ini, saya tidak tahu siapa yang memberitahukan kepada anda bahwa kami punya hal begitu."

Tawa keras dan cercaan "booo" dilepaskan sekitar 700 orang, kebanyakan mahasiswa, yang hadir di Ivy League school. Mereka, antara lain mengenakan kaos oblong bertuliskan "Stop Ahmadinejad`s Evil" (stop Iblis Ahmadinejad). Pada bagian awal, dia mengemukakan tentang Israel yang menyiksa warga Palestina dan program nuklir Iran yang bertujuan untuk energi dan bukan untuk senjata, sebelum komentar mengenai homoseksual yang memecahkan ketegangan. Ahmadinejad yang berbicara dalam bahasa Persia sebenarnya berusaha membuat lelucon, namun tidak berhasil membuat tawa karena kemungkinan nuansanya hilang dalam penerjemahan.

"Saya akan ceritakan satu lelucon di sini," katanya. "Saya pikir para politikus yang mengusahakan bom atom atau mengujinya, membuatnya, secara politis mereka terkebelakang, dungu."

Hadirin ragu, sebagian bertepuk tangan karena menganggapnya sebagai pernyataan cinta damai sedangkan lainnya bingung dengan kata dungu yang peka. Kunjungan Ahmadinejad yang pada Selasa akan berpidato pada Sidang Umum PBB itu tidak lepas dari berbagai keberatan, seperti anggota DPR AS asal daerah pemilihan New York, Anthony Weiner, yang kepada para pengunjuk rasa di depan Markas Besar PBB mengatakan, "kadang ada ular berkeliaran di jalanan New York."

Koran The New York Daily News di berita utama halaman depan menulis "The Evil Has Landed" (iblis telah mendarat). Rektor Universitas Columbia sama saja, dia menjuluki Presiden Iran itu "diktator picik dan jahat".

Referensi :

http://www.ghabo.com/gpedia/index.php/Mahmoud_Ahmadinejad
http://www.friendster.com/group-discussion/index.php?t=msg&th=988006&start=0&
http://astaqauliyah.com/2010/08/belajar-kesederhanaan-dari-presiden-iran-mahmoud-ahmadinejad/

salah satu makanan khas palembang

 mie celor
 MieCelor adalah hidangan mi yang disajikan dalam campuran kuah santan dan kaldu ebi (udang kering), dicampurkan taoge dan disajikan bersama irisan telur rebus, ditaburi irisan seledri, daun bawang dan bawang goreng. Hidangan ini berasal dari kota Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia, dan bersama dengan Pempek telah menjadi hidangan khas Palembang. Ukuran mi yang digunakan lebih besar, seperti Mie Aceh atau mi Udon Jepang.